Informasi

Guide
Health Info
Knowledge
Policy
Promosi Kesehatan Rumah Sakit

> MENGGANTI DAN DIGANTI

MENGGANTI DAN DIGANTI

Buat Mereka Yang

MENGGANTI dan DIGANTI

Judul diatas tak ada niat provokatif, tapi hanya strategi untuk menumbuhkan niat orang yang melihat untuk membacanya. Kalaupun sedikit menyinggung itu pertanda  masih ada sensitifitas di hati kita.

Saat kita belajar Bahasa Inggris tentu tak akan asing dengan dua kata ini, dua kata yang jamak dijumpai khususnya dalam pelajaran strukture Bahasa Inggris. Dua kata itu adalah to be dan to have. Dua kata yang biasa ini konon ternyata sangat mempengaruhi corak hidup kita. Kesalahan memilih kata yang dijadikan sebagai kendali hidup akan berujung pada kehancuran. Sebaliknya bila kita tepat memilihnya maka perjalanan hidup kita akan dipenuhi dengan prestasi, suka cita dan kemuliaan hidup.

To be adalah keinganan kita untuk “menjadi”. Keinginan itu dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan yang kita miliki. Contoh dari to be adalah keinginan untuk menjadi pengusaha terbaik di Indonesia yang mampu mempekerjakan  ribuan karyawan atau keinginan menjadi manager terbaik di perusahaan tempat bekerja.

To have adalah keinginan kita untuk “memiliki” sesuatu. Keinginan tersebut dikaitkan dengan proses meraih benda – benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha untuk mendapat gaji, tunjangan, fasilitas, rumah, mobil, popularitas, status dan pujian.

Perbedaan to be dan to have terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai, bukan pada kata – kata. Misalnya, ketika kita mengatakan ingin menjadi manajer terbaik, pernyataan itu bisa berarti to be, bisa juga to have. Ini sangat tergantung dari fokus pengejarannya.

Bila yang dikejar adalah gaji manajer, fasilitas manajer, mendapat pengakuan dan pujian dari banyak orang, maka keinginan itu merupakan to have. Tetapi kalau yang kita kejar adalah kesempatan berprestasi yang lebih besar dan tanggung jawab sebagai seorang manajer dengan mengerahkan semua kemampuan yang kita miliki, maka keinginan itu merupakanto be. Kalau pikiran kita dijejali dengan to have, maka kecendrungannya adalah setiap apa yang kita lakukan harus selalu mendapat balasan, terutama yang sifatnya lebih ke materi dan kesenangan duniawi. Kita tidak tertantang melakukan pekerjaan – pekerjaan besar kalau tidak dibayar dengan setimpal atau mendapat kesenangan duniawi lainnya. Prestasi kerja kita menjadi terbatas karena kita hanya bekerja sesuai imbalan atau balasan yang diterima dari perusahaan. Akhirnya, potensi diri kita stagnan dan tidak akan berkembang.

Ketika kita mengejar to have, seringkali kita tergoda untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan to have. Kasus yang terjadi di sekitar kita banyak yang bisa dijadikan contoh, seperti kasus makelar pajak yang dilakukan oleh pegawai Golongan III A Dirjen Pajak- Gayus-. Akibat orientasi hidupnya adalah to have. Yakinlah orang yang terlibat kasus itu hidupnya dipenuhi kegelisahan. Bahkan sudah ada beberapa pelaku yang disel di balik kurungan penjara. Harga diri keluarga dan institusi pun anjlok. Kalau sudah begini apa enaknya bisa to have..

Namun demikian, bukan berarti to have itu tidak bagus. Hanya saja hendaknya to have tidak menjadi kemudi hidup. Bila kita yang ingin punya rumah dan mobil bagus, jangan pikirkan rumah dan mobil mewahnya (to have). Pikirkan prestasi apa yang harus kita raih agar kita mampu membeli rumah dan mobil.

William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan nama Bill Gates  setelah setelah dia berprestasi di bidang komputer dan melalui usaha kerasnya,serta beberapa kali jatuh bangun dalam merintis usahanya akhirnya perusahaan yang ia dirikan yang bernama Microsoft Corporation menjadi sukses dan ia berhasil melambung menjadi orang terkaya di dunia.

Muhammad Yunus adalah seorang bankir mendapat hadiah nobel setelah berprestasi di bidang microfinace dengan mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum. Pesepakbola bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro atau yang dikenal dengan sebutan CR 9 saat ini ia disebut-sebut sebagai pemain terbaik dunia dengan bayaran termahal di dunia setelah berlatih dengan disiplin dan akhirnya ia berprestasi di bidang sepak bola. Apa yang dilakukan mereka tentu didasari motivasi to be dan bukan to have. To have yang ada pada diri mereka sekarang hanya efek domino dari sebuah kerja keras, keseriusan dan totalitas.

Bila kita yang ingin meraih sukses jangka panjang sekaligus kemuliaan hidup, jadikan to be sebagai kemudi hidup kita. Sebesar dan sehebat apapun kita, bila menjadikan to have sebagai kendali hidup, kehancuran akan menanti kita. Para pengusaha yang  banyak mendapat fasilitas dari penguasa di jaman Orde baru adalah contoh tepat untuk hal ini. Karena asyik mengejar to have maka ketika situasi berubah mereka banyak langsung tumbang dan bangkrut dan tidak sampai menjadi to be. Jadikan to be sebagai kendali hidup dan yakinlah to have pasti akan menyertai kita ¢

 
 

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR
Jalan Diponegoro Denpasar Bali (80114)
Telepon (0361) 227911-15, 225482, 223869, Faximile (0361) 224206

Website resmi Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar Bali (www.sanglahhospitalbali.com)