+62 (361) 227911-15
PMS (Pra Menstrual Syndrome) dan PMDD (Disforia Pra Menstrurasi)

PMS (Pra Menstrual Syndrome) dan PMDD (Disforia Pra Menstrurasi)

PMDD (disforia pra-menstruasi) adalah istilah untuk bentuk kumpulan gejala fisik, psikologi, dan emosi yang berhubungan dengan siklus menstruasi, misalnya:

1. Gejala Fisik
Seperti mood yang seringkali berubah, mudah tersingung, perasaan cemas yang berlebihan, sedih, depresi, putus asa, perasaan bersalah, tidak berguna, lepas kendali, merasa memiliki konflik, sulit konsentrasi, dan tidak ingin beraktivitas.

2. Gejala Emosional
Seperti sakit kepala, kembung, nyeri perut, kelelahan, nyeri sendi, gangguan tidur, dan nyeri pada payudara dan pinggang serta punggung.

Berbagai gejala tersebut diatas biasanya secara khusus muncul 7 hingga 10 hari sebelum menstruasi dan hilang beberapa hari setelah pendarahan menstruasi mulai.

PMS dan PMDD mempengaruhi wanita dalam kegiatan sehari-harinya dan dapat mengakibatkan menurunnya kualitas hidup, mempengaruhi kerja, aktivitas sosial dan rumah tangga. Dan tidak hanya wanita tersebut yang merasakan dampak negatifnya namun juga orang-orang di sekitarnya.

Hingga saat ini penyebab dari gejala-gejala tersebut masih belum diketahui secara jelas. Beberapa teori mengatakan adanya faktor hormonal , yaitu ketidakseimbangan antara hormon esterogen dan progesteron. Teori lainnya mengatakan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh hormon estrogen yang berlebihan. Kemungkinan lainnya yang sekarang ini sedang diteliti adalah perbedaan genetik di sensivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluran hormon seks dalam sel. Kemudian kemungkinan- kemungkinan lainnya berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Beberapa pilihan yang dapat membantu para wanita untuk mengatasi PMS:
1. Berkonsultasi dengan dokter mengenai tingkat keparahan PMS yang mereka derita, dan mencari perawatan yang terbaik.
2. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
3. Mengkonsumsi obat atas persetujuan dari dokter.
4. Memperbaiki diet yang dilakukan.
5. Mengurangi kafein untuk membantu mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung, dan gelisah.
6. Mengurangi konsumsi garam, tidak hanya yang terdapat dalam makanan semata, namun juga kandungan sodium yang terkadung didalam makanan kemasan yang digunakan agar tidak kembung.
7. Mengkonsumsi banyak karbohidrat kompleks dan serat,seperti roti gandum, sayur, pasta, sereal, buah.
8. Jangan lupa memperhatikan sumber protein pada tiap menu makanan.
9. Konsumsilah makanan yang kaya vitamin dan mineral.
10. Kurangi konsumsi gula dan lemak.
11. Hindari konsumsi alkohol.

 

Author Info

adminsanglah

No Comments

Post a Comment